Batik Marunda tumbuh dari pertemuan antara kreativitas, kebijakan, dan keterlibatan masyarakat dalam kehidupan perkotaan. Di balik motif yang tercipta, terdapat hubungan antara pemerintah daerah, lembaga pembina, perancang, dan perempuan pembatik yang turut menentukan arah perkembangannya. Setiap pihak memiliki kepentingan, sumber daya, serta pengaruh yang berbeda. Keadaan ini membuat proses pembuatan batik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan mengolah kain dan menciptakan motif, tetapi juga dengan bagaimana keputusan diambil, gagasan dipertemukan, dan peran masing-masing pihak dibentuk. Pemikiran Michel Foucault, Joseph S. Nye, dan Pierre Bourdieu digunakan untuk memahami bagaimana kuasa bekerja dalam hubungan sehari-hari, memengaruhi pilihan kreatif, serta membentuk kedudukan para pelaku dalam proses produksi budaya.
Perjalanan Batik Marunda dari masa pembinaan hingga tumbuhnya kemandirian memperlihatkan perubahan dalam pembagian peran dan pengaruh antaraktor. Arahan lembaga, gagasan perancang, dan pengalaman perempuan pembatik menjadi bagian dari proses yang membentuk identitas visual batik tersebut. Perubahan motif dan cara produksi mencerminkan adanya penyesuaian, perundingan, serta upaya untuk memperoleh ruang yang lebih besar dalam menentukan arah karya. Pembahasan ini mengajak pembaca melihat bahwa keberlanjutan batik berbasis komunitas tidak cukup ditopang oleh promosi atau dukungan kelembagaan, tetapi juga membutuhkan ruang bagi para pembatik untuk menyampaikan gagasan dan mengambil keputusan. Pengalaman Batik Marunda memberikan gambaran tentang bagaimana budaya lokal berkembang di tengah kepentingan yang beragam, sekaligus memperlihatkan arti kemandirian kreatif bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.
| Detail Buku | |
| ISBN | 978-634-05-7474-6 |
| Penulis | Dr. Ayoeningsih Dyah Woelandhary, S.Sn., M.Sn. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Alda Anesa Vetdri, S.Pd |
| Desain Sampul & Tata Letak | Rahmi Insaniatul Khairah, S.Pd. |
| Penerbit | CV. EYER PUBLISHING INDONESIA |
| Kategori | Budaya |
| Tahun Terbit | 2026 |


Ulasan
Belum ada ulasan.