Menjadi fashionpreneur_ muda membutuhkan lebih dari kemampuan merancang dan menghasilkan busana. Kreativitas perlu berjalan bersama kemampuan membaca selera konsumen, mengelola usaha, membangun merek, menjaga mutu produk, serta memanfaatkan teknologi yang terus berkembang. Persaingan usaha fashion yang semakin beragam membuat seorang pelaku usaha perlu memiliki bekal yang luas agar gagasan kreatif dapat tumbuh menjadi bisnis yang mampu bertahan. Kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan menjadi tiga unsur yang saling menguatkan. Ketiganya tumbuh melalui proses yang panjang, mulai dari pengalaman mengelola usaha, keberanian menghadapi persoalan, kemauan belajar, hingga kemampuan menjalin kerja sama dengan orang lain.
Kisah tiga fashionpreneur muda yang mengembangkan usahanya menjadi bagian utama buku ini. Setiap pengalaman memperlihatkan cara yang berbeda dalam menemukan peluang, menghadapi perubahan pasar, mengembangkan produk, memanfaatkan teknologi, dan membangun kemampuan usaha. Proses memperoleh kompetensi juga berlangsung melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, bimbingan, motivasi pribadi, dan refleksi atas berbagai persoalan yang pernah dihadapi. Gagasan tersebut diperkaya dengan teori pembelajaran pengalaman Kolb dan teori pembelajaran sosial Bandura serta dikaitkan dengan pendidikan vokasional bidang tata busana. Uraian tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa, pendidik, calon _fashion preneur, dan pelaku usaha fashion untuk memahami kemampuan yang perlu dibangun ketika kreativitas mulai diarahkan menjadi sebuah usaha.
| Detail Buku | |
| ISBN | |
| Penulis | Gina Eka Putri, M.Pd.
Prof. Dr. Drs. Putu Sudira, M.P. Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Penyunting | Tasya Putri Herman, S.T. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Rahmi Insaniatul Khairah, S.Pd. |
| Penerbit | CV. EYER PUBLISHING INDONESIA |
| Kategori | Tata Busana |
| Tahun Terbit | 2026 |



Ulasan
Belum ada ulasan.